oleh Buya Hamka

oleh Buya Hamka

Minggu, 08 Maret 2015

Bangkit Setelah Terjatuh


Film yang berjudul "Tenggelamnya Kapal Van der Wijck" lebih ,menjunjung tinggi nilai adat istiadat Minangkabau dan juga masalah perbedaan status sosial-ekonomi. film tersebut diadaptasi dari novel dengan judul sama karya sastrawan Buya Hamka pada tahun 1938 yang menceritakan kehidupan pada era 1930an.

Tokoh utama Zainuddin, seorang pemuda tangguh berdarah Minang Makassar yang baru ditinggal pergi oleh Alm. bapaknya, pergi merantau dari Makassar ke Padang meninggalkan ibunya seorang diri untuk mencari sanak saudara dari Alm. bapaknya tersebut. Sedangkan tokoh wanita yaitu hayati ialah gadis yatim piatu berdarah Minang yang tinggal bersama adiknya di rumah pamannya.

Setibanya Zainuddin di Padang, ia merasa mulai menemukan kehidupan baru semenjak berjumpa dengan Hayati. Zainuddin yang tinggal di rumah mamaknya merasa sangat merepotkan mamaknya itu. ia juga memiliki saudara sepupu yaitu anak dari mamaknya yang bernama Muluk dan hubungan mereka berjala harmonis. Zainuddin yang tak sengaja bertemu dengan Hayati di jalan menyebabkan hubungan mereka dekat satu sama lain. hingga keduanya jatuh cinta. Namun, kebangkitan Zainuddin pasal ditinggal ayahnya karena bertemu Hayati kini sirna disebabkan oleh pertentangan adat. Paman Hayati yang seorang penghulu sangat menjunjung tinggi sekali nilai adat yang berlaku di kampungnya. Mengingat ia adalah orang yang paling berpengaruh di kampung tersebut. Zainuddin bukan asli suku Minang dan hal itulah yang sangat bertentangan dengan nilai adat yang berlaku di Padang pada masa itu.

Layaknya kisah cinta dua anak manusia yang begitu rumit dikarenakan perbedaan status sosial tersebut membuat keduanya sangat dilema. Hingga suatu hariHayati dilamar oleh Aziz yaitu kakak dari sahabatnya. Dengan berat hati, Hayati menerima lamaran tersebut yang sangat disetujui oleh pamannya. Aziz yang kaya raya membuat sang paman merasa sangat yakin untuk menjodohkannya jika dibanding dengan Zainuddin. Hingga akhirnya mereka menikah dengan bergelimang harta. Zainuddin yang mendengar kabar tersebut sangat terpukul dan ia depresi. Saudaranya Muluk terus memberinya semangat dan motivasi untuk bangkit dari keterpurukannya dan memintanya untuk segera melanjutkan hobinya menulis. Akibat dukungan dan motivasi dari saudaranya tersebut, Zainuddin pun bangkit dan terus melanjutkan hobinya menulis dengan mengikuti berbagai macam lomba menulis.

Film ini banyak menyampaikan pesan-pesan kepada penontonnya terutama pesan untuk terus bangkit dan bangkit. Tak lama setelah itu, ia memenangka lomba dan karyanya itu pun diterbitkan dalam sebuah buku yang berjudil "teroesik". Buku tersebut laris di pasaran dan ia diminta untuk mengelola perusahaan di Surabaya yang sudah lama terabaikan. ia telah dipercaya oleh bosnya untuk mengelola perusahaan tersebut dan ia pun merantau dari Jakarta ke Surabaya bersama Muluk.

Hayati yang polos dengan dandanan seadanya berubah menjadi Nyonya Aziz yang bergelimang harta. Pakaian yang biasanya tertutup kini sudah lenyap berganti dengan pakaian yang terbuka alian seronok. Pernikahan mereka tidak berjalan harmonis meski dengan banyak harta. Hayati yang masih memiliki rasa cinta terhadap Zainuddin hanya bisa menyimpan rasa itu di dalam hatinya. Tokoh Hayati ini kurang menjiwai sebagai gading Minang yang sangat kental agama.

Sayang, tokoh film tersebut kurang fasih dalam berbicara dari daerahnya masing masing,terutama Hayati, dan adegannya agak sedikit fulgar dan tidak sesuai dengan adat Minangkabau itu sendiri.

Dari paparan tadi, dapat disimpulkan bahwa film "Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck" menceritakan kisah seseorang yang terus menerus bangkit dari keterpurukkan. Kepahitan dan kepedihan yang dialaminya mampu membuat ia menjadi pemuda yang tangguh. Tidak lapuk terkena hujan, tidak lekang terkena panas. Begitulah pepatahnya. Orang sukses ialah bukan ia yang tidak pernah gagal, melainkan ia yang terus bangkit setelah gagal.

Sekian.. Terimakasih ;)

3 komentar:

  1. Udah bagus must bahasanya udh pas, sama struktur review filmnya udh lengkap. Cuman kurang di foto nya ya must dan itu font'nya ada yg belang2 noh mua..lu edit dah coba

    BalasHapus
  2. Judul sangat menarik, bisa dijadikan suatu motivasi...
    Hanya saja kurangnya unsur gambar yang ada..
    Terus isi blog nya ya...

    BalasHapus
  3. Keren Mus ,Bahasa yg digunakan juga menarik.

    BalasHapus